Tips Menghindari Penipuan Ketika Bertransaksi secara Online

Baru-baru ini, kami mencoba menjual sebuah blog yang kami buat karena sudah puas dengan blog tersebut. Setidaknya, 3 akun Google AdSense sudah kami kantongi. Namun siapa sangka, ternyata kami bukannya dapat peminat malah dapat predator.

Kebetulan kejadiaannya tengah malam, karena sedang bosan yasudah kami ladenin saja. Jadi, si predator ini ingin memiliki blog kami tanpa mengeluarkan sepeserpun uang, ya mana mau kami. Kejadian seperti ini sudah kuno, bisa dibilang cara yang digunakan si pelaku cara klasik, jadi sudah kami hafal semua gerak-geriknya.

Karena tidak ingin banyaknya pengguna internet tertipu, kami menulis beberapa tips untuk menghindari penipuan yang sering dilakukan ketika sedang bertransaksi secara online. Berikut tips-tips menghindari penipuan online.

Cek profil

Setiap kali kami berbincang-bincang via Facebook, kami selalu memperhatikan profil lawan bicara kami. Gunanya, untuk mencegah akun fake mencoba bermain-main dengan kami. Selain itu, kami meliat mutual friendlist yang ada di akun tersebut. Jika hanya beberapa orang, kami mengabaikannya jika hanya sekedar menambahkan teman.

Baca Juga >>>  Hoax Semakin Menjamur Akibat Penyalahgunaan Gadget

Beda halnya jika perbincangan tersebut membuahkan hasil (beli blog), akan kami reply sampai ke titik final.

Selain itu, jika orang yang belum kami kenal mencoba untuk berinteraksi dengan kami, namun gerak-geriknya duluan tercium, kami biasanya langsung menyimpan url profilnya, foto profil, bahkan screenshot penuh untuk menjadikannya barang bukti.

Nah, kami punya tips yang mungkin bisa menjadi pengalaman baru bagi Anda yang sering bertransaksi, pastikan untuk:

  • Mengecek profil secara lengkap lawan chatting atau bicara Anda.
  • Melihat secara keseluruhan temannya.
  • Perhatikan mutual friends yang dimilikinya, jika hanya sedikit berhati-hatilah.
  • Jika terlihat meragukan, simpan foto profil, url profil, percakapan sebagai barang bukti jika ingin menipu.

Perhatikan gerak-gerik pelaku

Ada banyak cara untuk mengetahui gerak-gerik si pelaku. Seperti yang bisa Anda perhatikan di video diatas, si predator ini menggunakan cara klasik seperti mengundang rekber yang sering digunakan, kemudian beralibi seolah-olah si rekber sedang offline.

Nah, beberapa saat kemudian dia menghapus grup chat dan membuka grup chat baru dengan rekber kloningan.

Baca Juga >>>  Bahaya Backdate, Teknik Black Hat yang Sering Digunakan Portal Berita

Kebetulan disini kami kenal dekat dengan rekber tersebut, kami juga sering chattingan bareng, jadi kami paham betul gimana orangnya. Selain itu, kami selalu mengecek url profil lawan bicara kami, sekalipun itu teman untuk memastikan bukan kloningan.

Beberapa cara untuk melihat gerak-gerik pelaku, antara lain:

  • Perhatikan gaya chat ketika negosiasi berlangsung.
  • Menguasai alur pembicaraan, Anda sebagai pengendali percakapan tersebut.
  • Jangan sampai hilang kendali, pastikan data Anda lebih utama.
  • Membuka grup chat, kemudian pura-pura melakukan percakapan ringan, lalu menendang semuanya dan mengundang rekber kloningan.

Nah, biasanya si pelaku juga mencoba untuk mengendalikan suasana percakapan, jadi Anda harus mampu membaca gerak-geriknya sebisa mungkin.

Adapun beberapa hal yang perlu Anda tanamkan didalam benak Anda untuk mencegah hal buruk terjadi, diantaranya:

  • Jangan pernah memberikan data atau apapun kepada si pelaku. Biasanya, pelaku mencoba memanipulasi segala hal yang memungkinkan. Dalam jual-beli blog, biasanya pelaku meminta untuk mengakses data terlebih dahulu atau meminta si penjual untuk mengundangnya sebagai admin untuk melihat isi blog.
  • Pastikan identitas Anda tersimpan dengan baik. Pada beberapa kasus, si pelaku memanfaatkan data korban untuk hal-hal yang tak terduga seperti melakukan penipuan online dengan data korban.
  • Pastikan menggunakan rekber yang terpercaya. Pastikan ketika Anda ingin bertransaksi, Anda membuka grup chat dengan rekber yang Anda kenali, bukan dengan rekber yang diundang oleh si pelaku. Gunanya, untuk mencegah rekber kloningan masuk ke percakapan tersebut.
  • Proteksi 2 langkah data Anda untuk mencegah peretasan. Ketika Anda ingin menjual sesuatu, pastikan untuk melakukan proteksi 2 langkah untuk mencegah si pelaku menebak password Anda.
Baca Juga >>>  Kebiasaan Membayar Upah Sebelum Pekerjaan Selesai

Kesimpulannya nih, ketika ada chat masuk yang membahas tentang blog Anda seolah-olah ingin membeli, jangan terlalu bangga dulu. Mungkin itu salah satu orang yang gak punya kerjaan lain selain menipu atau mengganggu lapak orang. Senyumin aja yang model begituan, ntar juga cape sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *