Tips Memilih Provider Domains yang Baik dan Aman

Sebagian dari kita sering kali keliru dalam memilih provider domains yang baik. Oleh sebab itu, tingkat kecurangan dan kehilangan domains termasuk aset yang terhitung sangatlah besar.

Seperti sebuah situs besar yang menggunakan provider yang salah atau personal site yang belum jatuh tempo, namun sudah kena tilang duluan. Bahaya banget pokoknya kekeliruan di Internet.

Artikel kali ini akan menjelaskan tentang bagaimana cara memilih provider domains yang baik dan juga aman untuk kelangsungan hidup situs yang kita rawat. Selain itu, kami juga akan memberikan tips-tips penting yang perlu Anda ingat sebelum melakukan checkout pada sebuah provider.

Bagaimana cara memilih provider domains yang baik?

Seperti halnya dalam berbelanja sesuatu, kita harus melihat sekitar dan kondisi yang mendukung. Begitu juga pada saat ingin memilih provider domains yang baik, Anda harus pintar melihat suasana, tidak asal checkout pada situs-situs yang tidak jelas.

Sekarang ini, ada begitu banyak provider domains yang terdaftar sebagai reseller atau menjadi anakan dari perusahaan besar seperti Namecheap, eNom, dan lain-lain. Oleh karena itu, kita perlu cermat dalam memilih provider domains agar tidak terkena jaring mereka.

In case..

Dalam sebuah kasus yang dialami paman kami sendiri, sebuah layanan atau provider domains reseller menawarkan sebuah paket promo yang tergolong cukup ramah, namun disinilah tebaran jaring tersebut membuahkan hasil. Dari paket promo hosting ini, paman kami membangun sebuah agency atau company profile miliknya pada saat itu.

Setahun kemudian, jatuhlah masa tempo dengan reminder awal, biasanya 3x email peringatan perpanjang. Kali ini kasusnya berbeda, paman kami hanya mendapatkan 2x peringatan dan tanpa disadari akses domainnya tidak dapat lagi digunakan.

Baca Juga >>>  Rahasia Membangun Situs Web Untuk Google Adsense

Biasanya, masa tempo akan jatuh pada 3 bulan mendekati masa expired, di provider ini bahkan belum sampai 8-9 bulan, peringatan perpanjang masuk ke email. Sayangnya, karena kurang tanggap dan tidak memerhatikannya lebih lanjut, pada akhirnya domain tersebut kami tunggu sampai masa expired dan muncul kembali setelah 3-4 bulan mendatang.

Dalam kasus ini bisa kita simpulkan, ada beberapa provider yang bertindak curang dengan cara mengirimkan email renewal lebih awal dibandingkan layanan lainnya. Jika si pengguna tidak melakukan renewal, maka mereka akan melakukan menangguhkan domain milik kita sampai direnewal kembali.

Untuk menghindari kasus yang ada seperti ini, kami akan memberikan beberapa tips yang perlu diingat oleh Anda yang ingin membangun blog yang ideal.

Jangan mudah tergiur promo

Sering kali kekeliruan terjadi akibat promo-promo yang terlalu over membuat si pengguna tergiur lalu melakukan checkout pada layanan tersebut. Tanpa memperhatikan sekeliling, si pengguna sedikit demi sedikit akan dirugikan dengan layanan yang tidak pantas. Oleh karena itu, bagi Anda yang melihat promo-promo domains dari provider yang belum Anda kenali, perlu waspada.

Apalagi yang melakukan promo merupakan seller yang melakukannya secara individu di grup-grup facebook. Perlu waspada terhadap akun bodong, ada banyak seller yang menjual domains illegal di grup-grup facebook.

Apa yang akan terjadi?

Kebiasaan membeli domains illegal dapat berakibat buruk pada hal-hal berikut:

  • Domains tidak dapat diperpanjang. Ada beberapa kasus menyatakan, domains yang illegal tidak dapat diperpanjang karena tidak memiliki akses secara penuh, walaupun ada persentase untuk diperpanjang sangatlah kecil.
  • Domains di hold oleh provider karena terindikasi tindakan abuse. Nah, bagi Anda yang suka beli domains illegal atau dari seller di facebook, pasti sering nih dengar kata-kata domains tidak dapat di settings, domains di hold oleh provider, dan macam-macam lah. Alasannya, provider menemukan transaksi yang tidak wajar atau tindakan abuse pada akun. Oleh karena itu, provider mengambil tindakan pencegahan agar tidak berlangsungnya tindakan illegal tersebut.
  • Pencurian domains oleh seller. Kalau Anda memesan nama domain yang bagus-bagus, pastinya seller bakalan tergiur. Contoh kasus seperti ini client kami sendiri yang mengalaminya. Domains miliknya dibawa kabur oleh seller bodong dari grup facebook, kemudian melakukan transfer domains ke provider lainnya untuk menghilangkan jejak. Sayangnya, tindakan tersebut ketauan saat kami menerima email transfer yang merupakan email pelaku.
Baca Juga >>>  Cara Mendapatkan Kata Kunci Terbaik, TOP KEYWORD

Dari ketiga poin penting diatas, bisa disimpulkan hal-hal yang bakalan berakibat fatal untuk kelangsungan hidup domains Anda. Belum lagi jika itu domains perusahaan, bisa kena denda dan berujung dibebastugaskan.

Biasakan melakukan checkout di provider besar

Bagi Anda yang masih pemula, bisa minta tolong ke teman-teman yang lebih paham persoalan ini. Ada begitu banyak layanan yang menyediakan domain murah, tak terkecuali provider besar sekalipun. Jadi, Anda bisa memilih provider besar sebagai pilihan utama Anda.

Selain promo domains, biasanya seperti situs-situs besar Namecheap, GoDaddy, Google Domains, menawarkan Whois Protect / Protect ID secara gratis. Bakalan diuntungkan banget kan, gak perlu repot lagi bersih-bersih email spam sehabis beli domain.

Melihat review yang dilakukan pengguna lainnya

Ada begitu banyak artikel tentang comparison atau perbandingan layanan yang memiliki feedback yang bagus-bagus. Anda bisa mencari artikel tentang situs-situs atau layanan penyedia domains terbaik.

Biasanya, akan ada sebuah blog besar yang melakukan review terhadap layanan domains dan memberikan rating khusus.

Baca Juga >>>  Posisi Iklan Adsense Terbaik untuk Meningkatkan Pendapatan

Selebihnya Anda bisa menanyakan kepada kerabat-kerabat yang memiliki pengalaman tersendiri di layanan tertentu, Anda bisa meminta rekomendasi darinya.

Perhatikan dengan seksama sebelum checkout

Poin ini khusus untuk Anda yang tidak berhati-hati dalam melakukan checkout. Sebagian layanan langsung menambahkan item baru ke keranjang belanjaan Anda tanpa persetujuan lebih dulu. Jadi perhatikan dengan seksama sebelum melakukan checkout. Bisa nombok double ntar bisa kriting pula kantongnya.

Selain itu, perhatikan fee dan harga domainnya, seperti layanan GoDaddy promo domains dibawah ini:

Anda bisa melihat harga promo dari Rp209.000 menjadi Rp39.000. Sangat murah bukan? Tapi pada saat Anda melakukan checkout, Anda akan melihat harga lainnya.

Artinya, kita telah terkecoh dengan promo tadi. Disini GoDaddy menyatakan, pembelian untuk tahun pertama tetap harga awal, kemudian di tahun ke 2 barulah promo berlaku. Untuk melakukan checkout tadi, domain akan langsung terhitung 2 tahun semenjak masa aktif domain tersebut.

Sampai disini jelas kan? Kalau kita tidak melihat dengan seksama, bisa dirugikan loh.


Jangan asal mengklaim sebuah layanan itu buruk atau baik. Gunakan pengetahuan untuk mencari informasi lebih dulu tentang sebuah layanan yang menyediakan aset atau kebutuhan yang Anda perlukan.

Memilih provider domains yang baik dan aman saat ini sudah tidaklah repot, Anda hanya perlu fokus dan memiliki sedikit kemauan dalam mencari informasi. Selamat mencoba!

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *