Kebiasaan Membayar Upah Sebelum Pekerjaan Selesai

Kebiasaan membayar upah sebelum pekerjaan menjadi hal buruk bagi kami. Berulang kali melakukan hal yang serupa terhadap rekan-rekan yang turut bekerjasama dengan kami di berbagai proyek kecil-kecilan. Hal ini kami lakukan karena tidak ingin terikat.

Akhirnya, efek dari kebiasaan ini membuat kami harus merugi, melemahkan tim, rusaknya managemen, dan lain sebagainya. Begitu besar efek yang dihasilkan dari kebiasaan buruk membayar upah diawal. Kami jabarkan lebih mendetail tentang hal buruk yang terjadi akibat membayar sebelum menyelesaikan pekerjaan.

Pekerjaan tidak tuntas

Hal ini sudah pernah terjadi di kami. Terlalu percaya si rekan, kemudian membayar upahnya pada pertengahan project sampai lunas. Tidak terbayang 30% dari harga proyeknya kami berikan untuk dia kemudian pekerjaannya tidak tuntas.

Si rekan ini bahkan melempar pekerjaannya ke temannya yang lain, yang menyebabkan client kami harus merugi jutaan rupiah. Mulai dari peretasan, proyek tidak kelar, sampai ke data perusahaan client di colong.

Apes banget pokoknya, sampai sekarang tidak terdengar kicauannya lagi di dunia maya, mungkin saja telah ditelan oleh bumi nan semesta. Efek yang dihasilkan dari ini, membuat kami harus panas dingin menyikapi masalah yang terjadi.

Baca Juga >>>  Bisnis Modal Kecil Yang Sempurna untuk Dikerjakan Dirumah

Untung saja, clientnya berbaik hati untuk memberikan kami kesempatan meneruskan proyeknya dan dipercayai sampai diberikan proyek-proyek besar lainnya juga.

Rusaknya managemen

Akibat membayar upah di awal, pastinya kita langsung membagi-bagi uang kepada tim tanpa membukukannya terlebih dahulu. Padahal, belum tentu akan berjalan lancar dan tanpa hambatan. Assets yang seharusnya sudah bernilai, menjadi tidak ada nilainya sama sekali akibat managemen yang tidak baik.

Merusak mood rekan, seperti terikat sesuatu

Kami saranin untuk tidak membayar upah diawal. Kebetulan ada teman kami yang tidak ingin menerimanya di awal dan kami pun tersadar. Wah, moodnya berubah nih. Sampai-sampai dia bilang kami tidak ingin terikat seperti dipaksakan sesuatu.

Mungkin ini perlu jadi pertimbangan agar tim tetap kokoh, jadi buat Anda yang lagi membangun kepercayaan bersama tim, perhatikan pula mood tim agar tidak terpecah belah.

Sebaiknya, tahan nafsu agar tidak melakukan kebiasaan ini. Kami juga sedang berusaha keras untuk menghilangkan kebiasaan buruk yang mengikat seperti ini. Semoga saja segera hilang dan dapat menahan nafsu sampai pekerjaan selesai.

Baca Juga >>>  Finansial Bukanlah Alasan untuk Mengorbankan Kesehatan

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *