Cara Mengecilkan Bounce Rate yang Membengkak

Bounce rate merupakan sesi satu halaman di situs Anda. Di Analytics sendiri nih, bounce rate dihitung secara khusus sebagai sesi yang hanya memicu satu permintaan ke server Analytics, seperti ketika visitor membuka satu halaman di situs atau blog Anda, kemudian keluar tanpa memicu permintaan lainnya ke server Analytics selama sesi tersebut.

Dengan kata lain, bounce rate ini sebagai penentu tingkat betahnya atau tidaknya visitor di blog Anda untuk membaca atau sekedar membuka laman saja. Jadi, semakin tinggi bounce rate di situs Anda, maka bisa kita anggap bahwa visitor kurang betah tuh di blog tersebut. Kebetulan nih, artikel ini akan kami bahas tentang cara mengecilkan bounce rate yang membengkak di sebuah situs maupun blog yang Anda urus.

Apa itu bounce rate?

Bounce rate itu sederhananya, mengacu ke jumlah visitor blog yang membuka halaman tanpa melihat halaman lainnya. Maksudnya, ketika Anda membagikan artikel ke sosial media, visitor yang membuka artikel Anda tidak melakukan interaksi apapun untuk berusaha mengunjungi halaman lainnya. Jadi kurang lebih dia cuma sekedar buka artikel itu saja.

Apa saja yang bisa membuat bouce rate tinggi?

Ada begitu banyak sebenarnya yang membuat bounce rate di situs Anda bisa membengkak, antara lain:

  • Terlalu semak isi blog. Nyatanya, blog yang terlalu banyak widget membuat para pengunjung tidak nyaman, alhasil mereka akan kabur dari situs Anda. Belum juga sampai semenit mampir, mereka sudah meninggalkan blog tersebut. Pantas saja jika bounce rate Anda tinggi.
  • Iklan yang mengganggu. Nah, kebiasaan oknum publisher memaksa visitor untuk mengklik iklan yang ada di blog tersebut. Biasanya iklan yang jenis pop-up, sticky, dan masih banyak lagi. Terlalu banyak iklan juga bisa mengganggu mood pembaca Anda loh, jadi ini bisa jadi salah satu penyebab utamanya.
  • Situs Anda susah untuk diakses dan sangat lelet. Wah, yang model beginian siapa sih yang suka nunggu? Kami sendiri juga bakalan ninggalin kalau blog nya bakalan lelet banget. Ada begitu banyak publisher yang tidak memperhatikan kecepatan blognya, memasang gambar yang terlalu besar, widget yang terlalu banyak link-out, dan masih banyak lagi hal lain.
  • Konten yang tidak sesuai. Judul sama artikelnya kok beda? Jangan heran kalau visitor Anda kabur karena kecewa. Mungkin kalau ada form review, bakalan dibabat habis-habisan sama visitor tersebut.
  • Tema, fonts, dan ukuran tulisan yang mengganggu. Tidak hanya dari segi isi, baju juga perlu diganti loh. Kalau baju sudah kusam, semua orang juga males dekatin kan?
Baca Juga >>>  Platform E-commerce Terbaik di Tahun 2019

Masih banyak lainnya, namun poin-poin utama penyebab bounce rate tinggi kurang lebih seperti poin diatas. Anda perlu meminimalisir yang utama seperti poin tersebut dahulu sebelum meranjak ke langkah yang lebih jauh.

Cara mengatasi bounce rate yang membengkak

Mudah saja loh yang mengatasi bounce rate tinggi, Anda cuma perlu menganalisa kebutuhan terlebih dahulu, melihat masalah yang ada, baru deh tinggal action. Kami membuat poin-poin yang mungkin akan sangat membantu Anda dalam mengecilkan bounce rate, simak poin-poin berikut.

  1. Mengganti tema yang lebih bersahabat dengan pengunjung. Anda perlu melihat-lihat tema situs atau blog yang lebih user-friendly dan juga match dengan blog Anda. Biasa ada banyak jenis tema yang ditawarkan di marketplace baik itu berupa gratis ataupun premium. Usahakan tema yang Anda pilih memiliki kecocokan tersendiri dengan konten yang ada di blog tersebut.
  2. Perbaiki ukuran dan jenis fonts yang lebih ramah dengan pembaca Anda. Anda bisa melirik-lirik situs-situs yang memiliki jumlah pembaca yang besar layaknya Medium. Anda bisa melakukan i.e untuk melihat jenis fonts, ukuran, line spacing, dan lain sebagainya yang bisa Anda jadikan referensi.
  3. Artikel terlalu panjang? pecahlah menjadi 2-3 halaman. Jika menggunakan wordpress Anda bisa memanfaatkan <!--nextpage--> untuk mendapatkan interaksi lebih banyak di blog tersebut. Sebagai contoh situs-situs yang memanfaatkan halaman didalam artikel, Anda bisa melihat portal berita besar seperti Tribun, Detik, Liputan6, dan lain sebagainya.
  4. Optimasi blog dan percepat loading situs wordpress Anda. Mempercepat loading situs juga bisa menurunkan bounce rate loh. Visitor yang nyaman dengan kecepatan situs Anda, mereka akan mencoba untuk membuka artikel atau laman lainnya untuk memberikan Anda interaksi yang lebih banyak lagi.
  5. Meminimalkan iklan. Google sudah menawarkan iklan otomatis dan juga menyarankan posisi yang relavan untuk iklan manual termasuk ke ukurannya juga. Bagi Anda yang ingin memasang iklan, pasanglah kurang lebih 3-5 iklan dalam 1 halaman. Jangan sampai terlalu over dalam menempatkan iklan yang mengganggu minat baca seseorang di blog Anda.
  6. Menghapus pop-up yang ada. Kami ini anti banget sama pop-up. Benci gitu deh liatnya, tidak nyaman banget tiba-tiba nongol trus tidak bisa diclose. Kebayang tidak? kalau pop-up itu salah satu iklan yang paling dibenci. Nah, bagi Anda yang terlanjur memasang, kami sarankan untuk mencopotnya, apalagi yang close pakai hitung mundur 100detik-an itu, mending hapus segera deh.
Baca Juga >>>  Wajib Punya Mobile Banking untuk Pengguna Ponsel Cerdas

Mungkin itu saja ya cara mengecilkan bounce rate yang tinggi, tidak repot-repot banget kok. Walaupun situs kami ini juga bounce ratenya membengkak, tapi kami masih cukup nyaman dengan posisi dan keadaan saat ini? Silahkan terapkan di situs Anda, jangan tunggu esok, takutnya artikelnya malah basi nanti.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *